anatomi Gigi bayi dan Anak keperawatan
Anatomi gigi
Jenis Gigi
Manusia memiliki empat jenis gigi untuk berbagi tugas mengunyah
makanan, yaitu :
|
Gigi seri
|
Gigi seri adalah gigi yang memiliki satu akar yang berfungsi untuk
memotong dan mengerat makanan atau benda lainnya. Cirinya berbentuk pipih dan
tajam untuk mengiris makanan.
|
![]() |
|
Gigi taring
|
Gigi taring adalah gigi yang memilki satu akar dan memiliki fungsi
untuk mengoyak makanan atau benda lainnya. Ujungnya yang runcing untuk
mencabik dan menyobek makanan.
|
![]() |
|
Gigi pra-molar (geraham depan)
|
Gigi graham kecil adalah gigi yang punya dua akar yang berguna /
berfungsi untuk menggilas dan mengunyah makanan atau benda lainnya. Bentuknya
berlekuk-lekuk berfungsi untuk mengiris dan melembutkan makanan.
|
![]() |
|
Gigi molar (geraham belakang)
|
Gigi geraham adalah gigi yang memiliki tiga akar yang memiliki
fungsi untuk melumat dan mengunyah makanan atau benda-benda lainnya.
Bentuknya berlekuk-lekuk berguna untuk melembutkan makanan.
|
![]() |
Susunan Gigi
- Mahkota
: menonjol dari rahang
- Akar : tertanam dalam rahang
- Leher : antara mahkota dan akar
- Email : Email adalah jaringan yang berfungsi untuk melindungi tulang gigi dengan zat yang sangat keras yang berada di bagian paling luar gigi manusia, melapisi mahkota, merupakan zat terkeras di dalam tubuh.
- Dentin: lekukan utama pada ujung gigi, menyerupai tulang
- Sementum : Semen merupakan bagian dari akar gigi yang berdampingan / berbaasan langsung dengan tulang rahang di mana gigi manusia tumbuh.
- Pulp : ruang rongga yang di dalamnya terdapat pembuluh darah kapiler dan serabut-serabut syaraf.
Gigi Sementara
Jenis ini juga disebut Gigi Susu.
Susunannya yang lengkap terdiri dari 20 buah gigi:
- Delapan gigi seri
- Empat gigi taring
- Delapan geraham belakang
Gigi-gigi ini mulai muncul pada usia 6 sampai 30 bulan. Biasanya
pada usia 7 sampai 12 tahun gigi-gigi tersebut tanggal (copot) dan digantikan
dengan susunan yang tetap.
Gigi Tetap
Susunan gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah:
- Delapan gigi seri
- Empat gigi taring
- Delapan geraham depan
- Dua belas geraham belakang
Gigi yang pertama muncul adalah gigi molar pertama pada usia 6-7
tahun. Yang terakhir tumbuh ialah gigi molar ketiga, pada usia 17-25 tahun.
Jika kita tidak merawat dan jarang menggosok gigi, gigi kita akan
menjadi rusak karena sisa-sisa makanan yang menempel dalam gigi bisa membuat
gigi berkarang bahkan bolong. Menurut penelitian, anak pada usia 12, paling
tidak mengalami kerusakan satu buah gigi akibat jarang menggosok gigi dan
terlalu banyak memakan permen, sehingga harus ditambal atau dicabut. Nah,
karena itu rajin-rajinlah menggosok gigi dan jangan terlalu banyak memakan
permen dan coklat.[ ]
Pertumbuhan pada gigi bayi
Sampai usia 2 tahun anak punya 20
gigi susu.
Pertumbuhan gigi bayi sudah dimulai sejak dalam kandungan, tepatnya
sejak janin berusia 4 minggu sampai bayi lahir. Pertumbuhan ini masih
berlangsung di dalam rahang dan tak terlihat dari luar.
Pertumbuhan gigi bayi sudah dimulai sejak dalam kandungan, tepatnya
sejak janin berusia 4 minggu sampai bayi lahir. Pertumbuhan ini masih
berlangsung di dalam rahang dan tak terlihat dari luar.
Proses munculnya gigi ke permukaan
menembus gusi tidak bisa diukur
lamanya. Sampai di mana posisinya pun hanya bisa dilihat dengan foto
rontgen. Namun biasanya, gigi pertama muncul sejak usia sekitar 6 bulan
sampai 12 bulan. Mula-mula yang tumbuh adalah mahkota gigi yang berwarna
putih dengan lapisan luar emailnya, lalu berikutnya ada dentin, dan
berikutnya lagi adalah pulpa yang menjadi tempat saraf dan pembuluh
darah. Paling akhir yaitu akar gigi.
lamanya. Sampai di mana posisinya pun hanya bisa dilihat dengan foto
rontgen. Namun biasanya, gigi pertama muncul sejak usia sekitar 6 bulan
sampai 12 bulan. Mula-mula yang tumbuh adalah mahkota gigi yang berwarna
putih dengan lapisan luar emailnya, lalu berikutnya ada dentin, dan
berikutnya lagi adalah pulpa yang menjadi tempat saraf dan pembuluh
darah. Paling akhir yaitu akar gigi.
Satu satu yang memengaruhi waktu
kemunculan gigi adalah asupan kalsium
selagi ibu hamil. Namun, tidak berarti ibu yang lebih banyak mengonsumsi
kalsium akan melahirkan bayi dengan pertumbuhan gigi yang lebih cepat.
Bagaimanapun juga, daya serap kalsium setiap janin berbeda-beda. Selain
itu, asupan kalsium pun dibutuhkan oleh pembentukan dan pertumbuhan
tulang.
selagi ibu hamil. Namun, tidak berarti ibu yang lebih banyak mengonsumsi
kalsium akan melahirkan bayi dengan pertumbuhan gigi yang lebih cepat.
Bagaimanapun juga, daya serap kalsium setiap janin berbeda-beda. Selain
itu, asupan kalsium pun dibutuhkan oleh pembentukan dan pertumbuhan
tulang.
Pada setiap anak, gejala yang timbul
saat tumbuh gigi berbeda-beda atau
individual. Reaksinya tergantung pada daya tahan tubuh dan ketahanan
akan rasa sakit. Gejala umum yang ditemui antara lain :
individual. Reaksinya tergantung pada daya tahan tubuh dan ketahanan
akan rasa sakit. Gejala umum yang ditemui antara lain :
* Gatal pada gusi
Ini paling sering dialami. Rasa
gatal ini membuat anak sering menggigit
benda yang dipegangnya. Untuk mengatasinya berikan biskuit bayi yang
agak keras tapi akan hancur terkena air liur, sehingga tidak
membahayakan. Atau bisa juga diberi mainan khusus bayi untuk
digigit-gigit yang aman dari zat beracun.
benda yang dipegangnya. Untuk mengatasinya berikan biskuit bayi yang
agak keras tapi akan hancur terkena air liur, sehingga tidak
membahayakan. Atau bisa juga diberi mainan khusus bayi untuk
digigit-gigit yang aman dari zat beracun.
* Rewel
Keadaan gatal pada gusi membuat bayi
merasa tak nyaman. Akibatnya bayi
yang baru tumbuh gigi hampir selalu rewel.
yang baru tumbuh gigi hampir selalu rewel.
* Gusi tampak kemerahan
* Tidak nafsu makan
Perasaan tak enak di mulut karena
tumbuh gigi bisa membuat anak malas
makan atau mengunyah. Meski demikian anak tetap harus makan.
makan atau mengunyah. Meski demikian anak tetap harus makan.
* Demam
Biasanya tidak sampai demam tinggi.
Bila demamnya cukup tinggi, bawalah
anak ke dokter untuk mengecek apakah demamnya memang disebabkan akan
tumbuh gigi atau ada penyebab lain.
anak ke dokter untuk mengecek apakah demamnya memang disebabkan akan
tumbuh gigi atau ada penyebab lain.
BARU LAHIR, EH, PUNYA GIGI
Erupsi gigi susu yang terjadi lebih
dini termasuk kelainan pertumbuhan
dan perkembangan gigi. Contohnya, bayi yang pada saat lahir sudah
memiliki gigi (istilahnya gigi natal). Tumbuhnya tidak tentu, di bagian
depan atas atau bawah tapi jarang di bagian belakang. Banyaknya satu
buah. Ada juga erupsi gigi dini yang terjadi baru pada bulan pertama
setelah kelahiran (istilahnya gigi neonatal). Pada kasus keduanya, belum
tentu bayi mengalami gejala sakit tumbuh gigi.
dan perkembangan gigi. Contohnya, bayi yang pada saat lahir sudah
memiliki gigi (istilahnya gigi natal). Tumbuhnya tidak tentu, di bagian
depan atas atau bawah tapi jarang di bagian belakang. Banyaknya satu
buah. Ada juga erupsi gigi dini yang terjadi baru pada bulan pertama
setelah kelahiran (istilahnya gigi neonatal). Pada kasus keduanya, belum
tentu bayi mengalami gejala sakit tumbuh gigi.
Penanganan dilakukan dengan melihat
apakah gigi erupsi dini mengganggu
atau tidak. Jika tidak, maka akan dibiarkan.
atau tidak. Jika tidak, maka akan dibiarkan.
GIGI TETAP
Gigi tetap pertama biasanya muncul
di usia 6 tahunan. Oleh karenanya,
paling baik kalau gigi susu tanggal ketika gigi tetap penggantinya sudah
teraba atau terlihat. Gigi susu harus dipertahankan karena merupakan
penuntun erupsi bagi gigi tetap. Jika gigi susu copot sebelum waktunya
gigi tetap keluar, maka gigi geligi “tetangganya” akan bergeser mengisi
sebagian kavling yang kosong. Akibatnya, gigi tetap tumbuh tidak pada
tempatnya alias berantakan.
paling baik kalau gigi susu tanggal ketika gigi tetap penggantinya sudah
teraba atau terlihat. Gigi susu harus dipertahankan karena merupakan
penuntun erupsi bagi gigi tetap. Jika gigi susu copot sebelum waktunya
gigi tetap keluar, maka gigi geligi “tetangganya” akan bergeser mengisi
sebagian kavling yang kosong. Akibatnya, gigi tetap tumbuh tidak pada
tempatnya alias berantakan.




Komentar
Posting Komentar