Tugas RPP PEKERTI unhas KMB III
PKPAI UNIVERSITAS HASANUDDIN
TUGAS AKHIR
PELATIHAN PROGRAM PENGEMBANGAN
KETERAMPILAN DASAR TEKNIK INSTRUKSIONAL
(PEKERTI)
ANGKATAN KE-5

NAMA
MATA KULIAH : KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH III
KODE
/ SKS : 248C124 / 4
NAMA
DOSEN :
NIP :
BAGIAN ILMU KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2011
LEMBAR PENGESAHAN
TUGAS AKHIR
PELATIHAN PROGRAM
PENGEMBANGAN
KETERAMPILAN DASAR
TEKNIK INSTRUKSIONAL
(PEKERTI)
ANGKATAN KE-5
PKPAI UNIVERSITAS
HASANUDDIN
BAGIAN ILMU
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
PROGRAM STUDI ILMU
KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
TELAH DIPERIKSA DAN
DISETUJUI
OLEH TIM PENATAR
PEKERTI / AA
UNIVERSITAS
HASANUDDIN
MAKASSAR, ………………….2011
PEMBIMBING, PESERTA,
Dr.Ir. GANDING SITEPU, Dipl-Ing
NIP. 19600425
198811 1001
PROGRAM
STUDI ILMU KEPERAWATAN
Kompetensi
Utama :
1. Memiliki
pengetahuan dan skill yang mendalam sehingga mampu menerapkan asuhan
keperawatan profesional secara holistik melalui pendekatan bio-psiko-sosio-kultural
untuk meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.
2. Mampu
menerapkan komunikasi secara terapeutik
3. Mampu
melaksanakan asuhan keperawatan dalam berbagai bidang yakni keperawatan medikal
bedah, jiwa, maternitas, anak, komunitas dan keluarga serta kegawatdaruratan.
4. Mampu
melaksanakan asuhan keperawatan dalam berbagai bidang yakni keperawatan
profesional di klinik dan komunitas
Kompetensi Pendukung :
1. Memberikan
tindakan keperawatan langsung, pendidikan, nasehat, konseling dalam rangka
penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam
upaya memandirikan sistem klien
2. Memberikan
pelayanan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya
3. Mampu
berkolaborasi dan melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter
4. Mampu
menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan
5. Mampu
mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
6. Mampu
menjalin hubungan interpersonal
7. Mampu
melakukan penelitian sederhana
8. Mampu
memberikan pendidikan kesehatan ke pasien dan masyarakat
Kompetensi Lainnya :
1.
Mampu
melakukan riset keperawatan
2.
Mampu
menggunakan bahasa daerah dan internasional
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN
Nama Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah III
Kompetensi
Utama :
Memiliki
pengetahuan dan skill yang mendalam sehingga mampu menerapkan asuhan
keperawatan profesional secara holistik melalui pendekatan
bio-psiko-sosio-kultural untuk meningkatkan derajat kesehatan individu,
keluarga dan masyarakat
Kompetensi Pendukung :
Kemampuan
dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan rekan kerja
Kompetensi Lainnya :
Mampu
menggunakan bahasa daerah dan internasional
Sasaran Belajar :
Setelah
mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan asuhan
keperawatan medikal bedah meliputi sistem perkemihan (urologi), sistem
pencernaan (gastrointestinal) dan sistem jantung dan pembuluh darah
(kardiovaskuler).
![]() |
|||||||||
![]() |
|||||||||
![]() |
|||||||||
![]() |
|||||||||
![]() |
|||||||||
GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN (GBRP)
Nama Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah III
Kompetensi
Utama :
Memiliki
pengetahuan dan skill yang mendalam sehingga mampu menerapkan asuhan
keperawatan profesional secara holistik melalui pendekatan
bio-psiko-sosio-kultural untuk meningkatkan derajat kesehatan individu,
keluarga dan masyarakat
Kompetensi Pendukung :
Kemampuan
dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan rekan kerja
Kompetensi Lainnya :
Mampu
menggunakan bahasa daerah dan internasional
Sasaran Belajar :
Setelah
mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan asuhan
keperawatan medikal bedah meliputi sistem perkemihan (urologi), sistem
pencernaan (gastrointestinal) dan sistem jantung dan pembuluh darah
(kardiovaskuler).
|
Minggu Ke
|
Sasaran Pembelajaran
|
Materi Pembelajaran
|
Strategi Pembelajaran
|
Kriteria Penilaian
|
Bobot Nilai (%)
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
1
|
|
Kontrak Pembelajaran
Pembagian kelompok
|
Ice breaking
|
|
|
|
2
|
Menjelaskan asuhan keperawatan pada
sistem urologi
|
Asuhan Keperawatan Sistem Urologi
|
Ceramah
|
Penguasaan materi
|
10
|
|
3-4
|
Mengembangkan materi mengenai
asuhan keperawatan pada sistem urologi
|
Asuhan Keperawatan Sistem Urologi
|
Diskusi kelompok
Presentasi
|
Ketepatan pengumpulan laporan
Penyusunan laporan
Penyajian materi
Penguasaan materi
Kemampuan bertanya
Kerja sama
|
10
|
|
5
|
Menjelaskan mengenai asuhan
keperawatan pada sistem gastrointestinal
|
Asuhan Keperawatan Sistem Gastrointestinal
|
Ceramah
|
Penguasaan Materi
|
10
|
|
6-7
|
Mengembangkan materi mengenai
asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal
|
Asuhan Keperawatan Sistem Gastrointestinal
|
Diskusi kelompok
Presentasi
|
Ketepatan pengumpulan laporan
Penyusunan laporan
Penyajian materi
Penguasaan materi
Kemampuan bertanya
Kerja sama
|
10
|
|
8
|
Mengevaluasi kemampuan mahasiswa
terkait sistem urologi dan gastrointestinal
|
(Mid Test)
|
Uji kognitif
|
Penguasaan materi
|
|
|
9
|
Menjelaskan asuhan keperawatan
pada sistem kardiovaskuler
|
Asuhan Keperawatan Sistem kardiovaskuler
|
Ceramah
|
|
|
|
10-11
|
Mengembangkan materi mengenai
asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler
|
Asuhan Keperawatan kardiovaskuler
|
Diskusi kelompok
Presentasi
|
Ketepatan pengumpulan laporan
Penyusunan laporan
Penyajian materi
Penguasaan materi
Kemampuan bertanya
Kerja sama
|
10
|
|
12-14
|
Mendemonstrasikan tindakan
keperawatan pada klien dengan sistem urologi, gastrointestinal dan
kardiovaskuler
|
Asuhan Keperawatan Fisiologi dan Patologis pada
Sistem Urologi, Gastrointestinal dan kardiovaskuler
|
Skill lab
|
Ketepatan prosedur
Penguasaan materi
Penggunaan komunikasi yang
terapeutik
|
10
|
|
15
|
Mengevaluasi seluruh materi
perkuliahan
|
Evaluasi Materi (Final
Test)
|
Uji kompetensi
|
Penguasaan materi
Ketepatan penyusunan asuhan
keperawatan
|
20
|
|
16
|
Mengevaluasi skill lab mahasiswa
dalam mendemonstrasikan tindakan keperawatan melalui skill lab di
laboratorium
|
Evaluasi Skill Lab
|
Skill lab
|
Ketepatan prosedur
Penguasaan materi
Penggunaan komunikasi yang
terapeutik
|
20
|
MEMILIH STRATEGI
PEMBELAJARAN
|
Sasaran
Pembelajaran
|
Kuliah
|
Seminar/
Diskusi/
Presentasi
|
Praktikum/
Studi
Lapangan
|
Computer
Aided Learning
|
Belajar
Mandiri
|
Lain-Lain
|
|
Menjelaskan
asuhan keperawatan pada sistem urologi
|
|
|
|
|
|
|
|
Mengembangkan
materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem urologi
|
|
|
|
|
|
|
|
Menjelaskan
mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal
|
|
|
|
|
|
|
|
Mengembangkan
materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal
|
|
|
|
|
|
|
|
Menjelaskan
asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler
|
|
|
|
|
|
|
|
Sasaran
Pembelajaran
|
Kuliah
|
Seminar/
Diskusi/
Presentasi
|
Praktikum/
Studi
Lapangan
|
Computer
Aided Learning
|
Belajar
Mandiri
|
Lain-Lain
|
|
Mengembangkan
materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler
|
|
|
|
|
|
|
|
Mendemonstrasikan
tindakan keperawatan pada klien dengan sistem urologi, gastrointestinal dan kardiovaskuler
|
|
|
|
|
|
|
BENTUK
TUGAS
Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah
Bidang Kajian :
Sistem Kardiovaskuler
Sasaran Pembelajaran : Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa
mampu mengetahui dan memahami konsep dasar, konsep medis dan konsep keperawatan
pada sistem kardiovaskuler serta menerapkan asuhan keperawatan pada klien
dengan gangguan sistem kardiovaskuler.
Alasan : - Tugas ini diberikan sebagai bahan untuk presentasi
kelompok
-
Dengan
pemberian tugas ini, diharapkan sasaran pembelajaran dapat tercapai
Jenis Tugas : Pembuatan makalah (salah satu penyakit pada
gangguan sistem kardiovaskuler berdasarkan kasus yang diberikan) dan
mempresentasikannya.
Waktu Penyelesaian Tugas : 1 minggu
Penilaian :
a.
Kedisiplinan (ketepatan
mengumpulkan tugas) 10%
b.
Kelengkapan
isi laporan 40%
c.
Penguasaan
isi laporan 50%
TOTAL 100%
Sistematika
Penulisan :
Format umum
makalah:
- Daftar
isi
- Bab
1 : Pendahuluan (Latar belakang dan tujuan)
- Bab
2 : Tinjauan Pustaka (teori-teori yang berhubungan dengan topik/konsep medisà Defenisi,
etiologi, manifestasi klinik, potofisiologi, pemeriksaan penunjang, komplikasi,
pencegahan, dll)
- Bab
3 : Konsep Keperawatan (rencana asuhan keperawatan)
- Daftar
pustaka (Lampirkan foto copy sampul referensi yang digunakan)
Format
penulisan:
- Sampul
warna hijau, isi : judul makalah, logo unhas, nama mahasiswa, NIM, jurusan dan
fakultas, universitas, tahun.
- Diketik
komputer dengan Times new roman 12.
- Spasi
1,5.
- Margin
: Left 4, Top 4, Right 3, Bottom 3
- Referensi
minimal 6, (harus ada referensi berupa buku dan jika dari internet, tidak boleh
berasal dari blog) (referensi 5 tahun terakhir).
BENTUK TUGAS
Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah III
Semester : 6 SKS : 4
Bidang Kajian : Asuhan
keperawatan pada gangguan sistem urologi, gastrointestinal dan kardiovaskuler
Sasaran Pembelajaran : Menerapkan asuhan keperawatan medikal bedah khususnya
pada sistem gastrointestinal melalui praktik di laboratorium
1.
Sasaran
Tugas
Mahasiswa mampu
melakukan tindakan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem pencernaan,
yaitu memasang NGT (Nasogatric Tube) :
- Menjelaskan
tujuan tindakan NGT
- Menyiapkan
peralatan
- Melakukan
tindakan pemasangan NGT
- Melakukan
komunikasi terapeutik
2.
Jenis
Tugas
Simulasi praktikum
3.
Uraian
Tugas
a. Tujuan
tindakan
1. Merupakan
dukungan nutrisi melalui sistem gastrointestinal
2. Evakuasi
isi lambung
3. Menghilangkan
mual
b. Peralatan
1. Selang
nasogatrik (ukuran 14-18)
2. Pelumas/jelly
3. Spuit
berujung kateter 60 ml
4. Stetoskop
5. Lampu
senter/pen light
6. Handuk
kecil
7. Tissue
8. Spatel
lidah
9. Sarung
tangan dispossible
10. Plester
11. Corong
12. Obat-obatan/makanan
yang akan dimasukkan
13. Bak
instrumen
c. Prosedur
tindakan
1.
Cuci
tangan dan atur peralatan
2.
Jelaskan
prosedur pada pasien
3.
Bantu
pasien untuk posisi semifowler
4.
Berdirilah
di sisi kanan tempat tidur pasien bila anda bertangan dominan kanan atau sisi
kiri bila anda bertangan dominan kiri)
5.
Periksa
dan perbaiki kepatenan nasal: minta pasien untuk bernafas melalui satu lubang
hidung saat lubang yang lain tersumbat, ulangi pada hidung yang lain. Bersihkan
mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas
6.
Tempatkan
handuk mandi di atas dada pasien. Letakkan tissue wajah dalam jangkauan pasien
7.
Gunakan
sarung tangan
8.
Tentukan
panjang selang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester. Ukur jarak
dari lubang ke hidung ke daun telinga dengan menempatkan ujung melingkar selang
pada daun telinga, lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke proxesus
xypoideus, tanda dengan plester kecil
9.
Gulung
selang di tangan kiri kemudian lepaskan. Ini bertujuan agar selang lebih mudah
masuk. Kemudian olesi NGT dengan jelly sepanjang 15 cm dari ujung NGT
10.
Minta
pasien menengadahkan kepala, masukkan ke dalam lubang hidung yang paling bersih
11.
Pada
saat memasukkan selang lebih dalam ke hidung, minta pasien menahan kepala dan
leher lurus dan membuka mulut
12.
Ketika
selang terlihat dan pasien bisa merasakan selang ke dalam faring, instruksikan
pasien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan (berikan segelas air dengan
pipet)
13.
Masukkan
selang lebih dalam ke esofagus dengan memberikan tekanan lembut tanpa memaksa
saat pasien menelan (jika pasien batu atau selang menggulung di tenggorokan,
tarik selang ke faring dan ulangi langkah-langkahnya) diantara upaya tersebut
dorong pasien untuk bernafas dalam
14.
Ketika
tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung, hentikan
insersi selang dan periksa penempatannya, minta paien membuka mulut untuk
melihat selang
15.
Cek
posisi NGT (apakah masuk di lubang lain atau di paru-paru dengan 3 cara :
a.
Aspirasi
cairan lambung dengan spuit 10 cc (10-20 ml) jika caira bercampur isi lambung
berarti sudah masuk ke lambung
b.
Memasukkan
ujung NGT (yang di hidung) ke dalam air dalam kom bila ada gelembung berarti
NGT dalam paru-paru
c.
Petugas
memasukkan gelembung udara melalui spuit bersamaan dilakukan pengecekan perut
dengan stetoskop untuk mendengarkan gelembung udara di lambung
16.
Untuk
mengamankan selang, gunting bagian tengah sepanjang 2 inci, sisakan 1 inci
tetap utuh, tempelkan 1 inci plester pada lubang hidung, lilitkan salah satu
ujung kemudian yang lain, satu sisi plester lilitan mengitari selang
17.
Plesterkan
selang secara melengkung ke satu sisi wajah pasien
18.
Memasang
corong (yang sudah dibilas dengan air hangat) kemudian memasukkan
obat-obatan/makanan
19.
Melepaskan
corong,menutup NGT dengan spuit 10 cc
20.
Merapikan
alat-alat fan pasien kemudian sarung tangan dilepas
3. Kriteria
Penilaian
a. Kemampuan
kognitif, kemampuan berkomunikasi terapeutik dan ketepatan prosedur
b. Penskoran
- Kemampuan menjelaskan tujuan tindakan 25%
- Komunikasi terapeutik 20%
- Kelengkapan peralatan 25%
- Ketepatan prosedur/tindakan 30%
KISI-KISI
TES DAN NON TES
Fakultas : Kedokteran UNHAS
Program
Studi : Ilmu Keperawatan
Nama
Mata Kuliah : Keperawatan Medikal Bedah
Kode
Mata Kuliah / SKS : 248C124 / 4
|
No
|
Sasaran Pembelajaran
|
Jenjang
Kemampuan Yang Dinilai
|
|||||||||||||||
|
Kognitif
|
Afektif
|
Psikomotor
|
|||||||||||||||
|
C1
|
C2
|
C3
|
C4
|
C5
|
C6
|
A1
|
A2
|
A3
|
A4
|
A5
|
P1
|
P2
|
P3
|
P4
|
P5
|
||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
|
1.
|
Menjelaskan
asuhan keperawatan pada sistem urologi
|
√
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Mengembangkan
materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem urologi
|
√
|
√
|
√
|
|
|
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Menjelaskan
mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal
|
√
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Mengembangkan
materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal
|
√
|
√
|
√
|
|
|
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
Menjelaskan
asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler
|
√
|
√
|
√
|
|
|
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
|
6.
|
Mengembangkan materi mengenai
asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler
|
√
|
√
|
√
|
|
|
|
√
|
√
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7.
|
Mendemonstrasikan tindakan
keperawatan pada klien dengan sistem urologi, gastrointestinal dan
kardiovaskuler
|
√
|
√
|
√
|
√
|
|
|
√
|
√
|
|
|
|
√
|
√
|
√
|
|
|
|
|
Bobot Persentase Penilaian
|
40
|
15
|
45
|
|||||||||||||
Keterangan :
C1=Ingatan; C2=Pemahaman;
C3=Penerepan; C4=Analisis; C5=Evaluasi; C6=Berkerasi
A1=Pengenakan; A2=Pemberian
Respons; A3=Penghargaan Nilai; A4=Pengorganisasian;A5=Pengamalan
P1=Meniru; P2=Manipulasi;
P3=Ketepatan Gerakan; P4=Artikulasi; P5=Naturalisasi
PEDOMAN
PENSKORAN (Marking Scheme)
|
No
|
Aspek/Konsep
Yang Dinilai
|
Bobot
|
Nilai
|
|
|
Soal Uraian :
Tuan A umur 37 tahun dirawat di ruang bedah digestif
dengan keluhan nyeri epegastrium//region umbilikalis biasanya disertai dengan
demam derajat rendah, mual dan sering kali muntah. Kadang dirasakan nyeri
berpindah dan menetap pada perut kanan bawah pada titik McBurney terdapat
nyeri dari bagian bawah otot rektus kanan
a.
Tentukan diagnosa penyakit pada
Tn.A beserta etiologinya!
b.
Jelaskan pemeriksaan penunjang pada
penyakit yang diderita Tn.A!
c.
Jelaskan diagnosa keperawatan yang
dapat muncul pada Tn.A serta intervensinya!
|
|
|
|
|
Jawaban :
a.
Diagnosa penyakit pada Tn.A adalah
apendisititis
Etiologi
dari apendisitis dapat berupa :
1.
Obstruksi yang
disebabkan oleh hyperplasia kelenjar limfoid, fekolit, benda asing, cacing
askaris atau tumor
2.
Dapat pula disebabkan oleh infeksi bakteri seperti E. coli, E.
histolytica dan streptococcus
b.
Pemeriksaan penunjang pada
apendisitis
1.
Abdominal X-Ray
2.
Abdominal ultra sound
3.
Pelvic examination
4.
Intra venus pyelogram
|
10
5
5
5
5
5
5
|
|
|
No
|
Aspek/Konsep Yang Dinilai
|
Bobot
|
Nilai
|
|
|
Jawaban :
c. Diagnosa keperawatan pada
apendisitis :
1. Nyeri berhubungan dengan distensi
jaringan usus oleh inflamasi atau akibatadanya insisi bedah
Intervensi :
- Kaji
nyeri, catat lokasi, karakteristik, karakteristik, beratnya (skala 1-10)
selidiki dan laporkan perubahan nyeri dengan tepat
- Pertahankan istirahat dengan posisi
semi-fowler
- Dorong ambulasi dini
- Ajarkan teknik relaksasi
- Kolaborasi pemberian analgetik
2. Resiko kehilangan volume cairan
berhubungan dengan muntah dan demam
Intervensi :
- Pantau balance cairan
- Perhatikan tanda-tanda dehidrasi
- Berikan cairan melalui IV
- Dukung dengan pemberian cairan
- Kolaborasi pemberian antiemetic
3. Resiko perubahan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan muntah
Intervensi :
- Awasi haluaran selang NGT, catat adanya
muntah/ diare
- Berikan makan sering walaupun sedikit
- Auskultasi bising usus, catat bunyi tak
ada/hiperaktif
- Timbang berat badan dengan teratur
- Kaji abdomen dengan untuk kembali ke bunyi
yang lembut, penampilan bising usus normal
|
5
3
3
3
3
3
5
3
3
3
3
3
5
3
3
3
3
3
|
|
|
|
Jumlah (Skor)
|
100
|
|
Contoh Instrumen Asesmen Tes dan Non Tes
A. Soal Uraian
:
1.
Uraian
terbuka
Jelaskan cara mengkaji
klien dengan gangguan pada sistem pencernaan (gastrointestinal)!
2.
Uraian
tertutup
Apakah dengan
pemeriksaan CT scan dapat mendiagnosis seseorang menderita stroke?
B. Soal Objektif
:
1. Pilihan Ganda Biasa :
Pilihlah jawaban
yang benar dari pernyataan berikut ini
Bagian dari
sistem perkemihan yang berfungsi sebagai penampung urine sementara adalah ……………
A. Vesikaurinaria
B. Ureter
C. Uretra
D. Nefron
E. Glomerulus
2.
Pilihan
Ganda Kompleks :
Pilihlah :
A. Jika
1, 2, dan 3 benar
B. Jika
1 dan 3 benar
C. Jika
2 dan 4 benar
D. Jika
4 saja benar
E. Jika
semua betul
Yang merupakan
penyebab terjadinya meningitis adalah ……………
1.
Neisseria meningitidis
2.
Streptococcus
pneumoniae
3.
Haemophilus influenzae
4.
Stroptococcus aureus
3. Hubungan Antar Hal
Petunjuk : Pilihlah
jawaban yang paling tepat jika :
A.
Jika pernyataan betul, alasan
betul dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
B.
Jika pernyataan betul dan
alasan betul tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
C.
Jika pernyataan betul
dan alasan salah
D.
Jika pernyataan salah
dan alasan betul
E.
Jika pernyataan dan
alasan keduanya salah
Alzheimer merupakan
penyakit dengan gangguan degeneratif yang mengenai sel-sel otak dan menyebabkan
gangguan fungsi intelektual
SEBAB
Alzheimer ditemukan
oleh Alouis Alzheimer
4. Menjodohkan
Petunjuk : Carilah pasangan jawaban kolom I dan II
|
Kolom I
|
Kolom II
|
|
1.
Gangguan peredaran darah cerebral
yang disebabkan oleh berbagai faktor dan berakibat adanya gangguan neurologis
2.
Merupakan gejala kompleks dari
banyak gangguan fungsi otak yang dikarakteristikkan oleh kejang berulang
3.
Glasgow Coma Scale (GCS) ≤ 8
|
A.
CKR (Cedera Kepala Ringan)
B.
Stroke
C.
CKB (Cedera Kepala Berat)
D.
Epilepsi
|
5. Benar
– Salah
Petunjuk : Pilihlah B bila jawaban benar dan S bila
jawaban salah
B
– S Vesikolitiasis adalah batu
yang terbentuk dari defosit mineral umumnya kalsium oksalat dan kalsium phosfat
serta asam urat yang ditemukan dalam ureter
C. Cheklist
(Observasi)
Mahasiswa diminta untuk melakukan tindakan keperawatan
pada gangguan sistem urologi, yaitu pemasangan kateter
|
No.
|
Kegiatan
|
Dilakukan
|
|
|
Ya
|
Tidak
|
||
|
A.
|
Persiapan
alat dan bahan
|
|
|
|
|
1.
Bak instrumen berisi :
a.
Poly kateter sesuai ukuran 1 buah
b.
Urine bag steril 1 buah
c.
Pinset
anatomi 2 buah
d.
Duk steril
e.
Kassa steril yang diberi jelly
|
|
|
|
|
2.
Sarung tangan steril
|
|
|
|
|
3.
Kapas sublimat dalam kom tertutup
|
|
|
|
|
4. Perlak dan
pengalasnya 1 buah
|
|
|
|
|
5. Sampiran
|
|
|
|
|
6. Cairan
aquades atau NaCl
|
|
|
|
|
7. Plester
|
|
|
|
|
8. Gunting
verband
|
|
|
|
|
9. Bengkok 1
buah
|
|
|
|
|
10.
Korentang pada tempatnya
|
|
|
|
B.
|
Prosedur
tindakan
|
|
|
|
|
1.
Mengucapkan salam
|
|
|
|
|
2.
Menjelaskan tujuan tindakan
kemudian dekatkan alat ke samping pasien
|
|
|
|
|
3.
Cuci tangan secara medical
|
|
|
|
|
4.
Persiapkan pasien (minta klien
untuk membuka celana) pertahankan privasi
|
|
|
|
|
5.
Posisi klien terlentang. Kaki
sedikit dibuka. Bengkok diletakkan di dekat bokong klien
|
|
|
|
|
6.
Buka bak instrumen, pakai sarung tangan
steril, pasang duk, bersihkan alat genitalia dengan kapas sublimat menggunakan
pingset
|
|
|
|
|
7.
Bersihkan genitalia dengan cara:
penis dipegang dengan tangan non dominan, penis dibersihkan dengan
menggunakan kapas sublimat oleh tangan dominan dengan gerakan memutar dari
meatus keluar. Tindakan bisa dilakukan beberapa kali hingga bersih. Letakkan
pinset dalam bengkok
|
|
|
|
No.
|
Kegiatan
|
Dilakukan
|
|
|
Ya
|
Tidak
|
||
|
|
8.
Ambil kateter kemudian olesi
dengan jelly. Masukkan kateter ke dalam uretra kira-kira 10 cm secara
perlahan-lahan dengan menggunakan pingset sampai urine keluar. Masukkan
cairan NaCl/aquades 20-30 cc atau sesuai ukuran yang tertulis. Tarik sedikit
kateter. Apabila pada saat ditarik kateter terasa tertahan berarti kateter
sudah masuk pada kandung kemih
|
|
|
|
|
9.
Lepaskan duk, sambungkan kateter
dengan urine bag lalu ikat di sisi tempat tidur
|
|
|
|
|
10.
Fiksasi kateter
|
|
|
|
|
11.
Lepaskan sarung tangan
|
|
|
|
|
12.
Klien dirapikan kembali
|
|
|
|
|
13.
Alat dirapikan kembali
|
|
|
|
|
14.
Mencuci tangan
|
|
|
|
|
15.
Melaksanakan dokumentasi :
|
|
|
|
|
a.
Catat tindakan yang dilakukan dan
hasil serta respon klien pada lembar catatan klien
|
|
|
|
|
b.
Catat tanggal dan jam melakukan
tindakan dan nama perawat yang melakukan dan tanda tangan/paraf pada lembar
catatan klien
|
|
|





Komentar
Posting Komentar