Tugas RPP PEKERTI unhas KMB III



PKPAI UNIVERSITAS HASANUDDIN
TUGAS AKHIR
PELATIHAN PROGRAM PENGEMBANGAN
KETERAMPILAN DASAR TEKNIK INSTRUKSIONAL
(PEKERTI)



ANGKATAN KE-5
          
Description: UNHAS











         NAMA MATA KULIAH     :    KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH III
            KODE / SKS                      :    248C124 / 4
            NAMA DOSEN                  :
            NIP                                      :   




BAGIAN ILMU KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2011
LEMBAR PENGESAHAN





TUGAS AKHIR
PELATIHAN PROGRAM PENGEMBANGAN
KETERAMPILAN DASAR TEKNIK INSTRUKSIONAL
(PEKERTI)



ANGKATAN KE-5
PKPAI UNIVERSITAS HASANUDDIN

BAGIAN ILMU KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN



TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI
OLEH TIM PENATAR PEKERTI / AA
UNIVERSITAS HASANUDDIN




MAKASSAR, ………………….2011


      PEMBIMBING,                                                     PESERTA,




Dr.Ir. GANDING SITEPU, Dipl-Ing         
NIP. 19600425 198811 1001
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


Kompetensi Utama :
1.    Memiliki pengetahuan dan skill yang mendalam sehingga mampu menerapkan asuhan keperawatan profesional secara holistik melalui pendekatan bio-psiko-sosio-kultural untuk meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.
2.    Mampu menerapkan komunikasi secara terapeutik
3.    Mampu melaksanakan asuhan keperawatan dalam berbagai bidang yakni keperawatan medikal bedah, jiwa, maternitas, anak, komunitas dan keluarga serta kegawatdaruratan.
4.    Mampu melaksanakan asuhan keperawatan dalam berbagai bidang yakni keperawatan profesional di klinik dan komunitas

Kompetensi Pendukung  :
1.    Memberikan tindakan keperawatan langsung, pendidikan, nasehat, konseling dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan sistem klien
2.    Memberikan pelayanan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya
3.    Mampu berkolaborasi dan melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter
4.    Mampu menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan
5.    Mampu mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
6.    Mampu menjalin hubungan interpersonal
7.    Mampu melakukan penelitian sederhana
8.    Mampu memberikan pendidikan kesehatan ke pasien dan masyarakat

Kompetensi Lainnya :
1.    Mampu melakukan riset keperawatan
2.    Mampu menggunakan bahasa daerah dan internasional



ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN


Nama Mata Kuliah     :  Keperawatan Medikal Bedah III
Kompetensi Utama :
Memiliki pengetahuan dan skill yang mendalam sehingga mampu menerapkan asuhan keperawatan profesional secara holistik melalui pendekatan bio-psiko-sosio-kultural untuk meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat

Kompetensi Pendukung  :
Kemampuan dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan rekan kerja

Kompetensi Lainnya :
Mampu menggunakan bahasa daerah dan internasional

Sasaran Belajar :
Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan asuhan keperawatan medikal bedah meliputi sistem perkemihan (urologi), sistem pencernaan (gastrointestinal) dan sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler).































 

















GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN (GBRP)



Nama Mata Kuliah     :  Keperawatan Medikal Bedah III

Kompetensi Utama :
Memiliki pengetahuan dan skill yang mendalam sehingga mampu menerapkan asuhan keperawatan profesional secara holistik melalui pendekatan bio-psiko-sosio-kultural untuk meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat

Kompetensi Pendukung  :
Kemampuan dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan rekan kerja

Kompetensi Lainnya :
Mampu menggunakan bahasa daerah dan internasional

Sasaran Belajar :
Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan asuhan keperawatan medikal bedah meliputi sistem perkemihan (urologi), sistem pencernaan (gastrointestinal) dan sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler).





Minggu Ke
Sasaran Pembelajaran
Materi Pembelajaran
Strategi Pembelajaran
Kriteria Penilaian
Bobot Nilai (%)
1
2
3
4
5
6
1

Kontrak Pembelajaran
Pembagian kelompok
Ice breaking


2

Menjelaskan asuhan keperawatan pada sistem urologi

Asuhan Keperawatan Sistem Urologi
Ceramah
Penguasaan materi
10
3-4
Mengembangkan materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem urologi
Asuhan Keperawatan Sistem Urologi
Diskusi kelompok
Presentasi

Ketepatan pengumpulan laporan
Penyusunan laporan
Penyajian materi
Penguasaan materi
Kemampuan bertanya
Kerja sama

10
5

Menjelaskan mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal

Asuhan Keperawatan Sistem Gastrointestinal
Ceramah
Penguasaan Materi
10
6-7
Mengembangkan materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal
Asuhan Keperawatan Sistem Gastrointestinal
Diskusi kelompok
Presentasi
Ketepatan pengumpulan laporan
Penyusunan laporan
Penyajian materi
Penguasaan materi
Kemampuan bertanya
Kerja sama

10
8
Mengevaluasi kemampuan mahasiswa terkait sistem urologi dan gastrointestinal
(Mid Test)
Uji kognitif

Penguasaan materi


9

Menjelaskan asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler

Asuhan Keperawatan Sistem kardiovaskuler
Ceramah


10-11
Mengembangkan materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler
Asuhan Keperawatan kardiovaskuler
Diskusi kelompok
Presentasi

Ketepatan pengumpulan laporan
Penyusunan laporan
Penyajian materi
Penguasaan materi
Kemampuan bertanya
Kerja sama

10
12-14
Mendemonstrasikan tindakan keperawatan pada klien dengan sistem urologi, gastrointestinal dan kardiovaskuler
Asuhan Keperawatan Fisiologi dan Patologis pada Sistem Urologi, Gastrointestinal dan kardiovaskuler
Skill lab

Ketepatan prosedur
Penguasaan materi
Penggunaan komunikasi yang terapeutik

10
15
Mengevaluasi seluruh materi perkuliahan
Evaluasi Materi (Final Test)
Uji kompetensi
Penguasaan materi
Ketepatan penyusunan asuhan keperawatan

20
16
Mengevaluasi skill lab mahasiswa dalam mendemonstrasikan tindakan keperawatan melalui skill lab di laboratorium
Evaluasi Skill Lab
Skill lab
Ketepatan prosedur
Penguasaan materi
Penggunaan komunikasi yang terapeutik

20


MEMILIH STRATEGI PEMBELAJARAN

Sasaran Pembelajaran
Kuliah
Seminar/
Diskusi/
Presentasi
Praktikum/
Studi Lapangan
Computer Aided Learning
Belajar Mandiri
Lain-Lain
Menjelaskan asuhan keperawatan pada sistem urologi






Mengembangkan materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem urologi



 


Menjelaskan mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal





Mengembangkan materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal




Menjelaskan asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler









Sasaran Pembelajaran
Kuliah
Seminar/
Diskusi/
Presentasi
Praktikum/
Studi Lapangan
Computer Aided Learning
Belajar Mandiri
Lain-Lain
Mengembangkan materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler





Mendemonstrasikan tindakan keperawatan pada klien dengan sistem urologi, gastrointestinal dan kardiovaskuler



 



Text Box: 12BENTUK TUGAS

Mata Kuliah                            : Keperawatan Medikal Bedah
Bidang Kajian                          : Sistem Kardiovaskuler
Sasaran Pembelajaran               : Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa mampu mengetahui dan memahami konsep dasar, konsep medis dan konsep keperawatan pada sistem kardiovaskuler serta menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem kardiovaskuler.
Alasan                                       : - Tugas ini diberikan sebagai bahan untuk presentasi kelompok
-          Dengan pemberian tugas ini, diharapkan sasaran pembelajaran dapat tercapai
Jenis Tugas                              :  Pembuatan makalah (salah satu penyakit pada gangguan sistem kardiovaskuler berdasarkan kasus yang diberikan) dan mempresentasikannya.
Waktu Penyelesaian Tugas     : 1 minggu
Penilaian                                  :
a.          Kedisiplinan (ketepatan mengumpulkan tugas)                                10%
b.         Kelengkapan isi laporan                                                                    40%
c.          Penguasaan isi laporan                                                                       50%
TOTAL                                                                                                    100%

Sistematika Penulisan             :
Format umum makalah:
-      Daftar isi
-      Bab 1 : Pendahuluan (Latar belakang dan tujuan)
-      Bab 2 : Tinjauan Pustaka (teori-teori yang berhubungan dengan topik/konsep medisàDefenisi, etiologi, manifestasi klinik, potofisiologi, pemeriksaan penunjang, komplikasi, pencegahan, dll)
-      Bab 3 : Konsep Keperawatan (rencana asuhan keperawatan)
-      Daftar pustaka (Lampirkan foto copy sampul referensi yang digunakan)
Format penulisan:
-      Sampul warna hijau, isi : judul makalah, logo unhas, nama mahasiswa, NIM, jurusan dan fakultas, universitas, tahun.
-      Diketik komputer dengan Times new roman 12.
-      Spasi 1,5.
-      Margin : Left 4, Top 4, Right 3, Bottom 3
-      Referensi minimal 6, (harus ada referensi berupa buku dan jika dari internet, tidak boleh berasal dari blog) (referensi 5 tahun terakhir).






















BENTUK TUGAS


Mata Kuliah       : Keperawatan Medikal Bedah III
Semester             :  6             SKS   : 4
Bidang Kajian   : Asuhan keperawatan pada gangguan sistem urologi, gastrointestinal dan kardiovaskuler
Sasaran Pembelajaran       : Menerapkan asuhan keperawatan medikal bedah khususnya pada sistem gastrointestinal melalui praktik di laboratorium

1.    Sasaran Tugas
Mahasiswa mampu melakukan tindakan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem pencernaan, yaitu memasang NGT (Nasogatric Tube) :
-     Menjelaskan tujuan tindakan NGT
-     Menyiapkan peralatan
-     Melakukan tindakan pemasangan NGT
-     Melakukan komunikasi terapeutik

2.    Jenis Tugas
Simulasi praktikum

3.    Uraian Tugas
a.    Tujuan tindakan
1.    Merupakan dukungan nutrisi melalui sistem gastrointestinal
2.    Evakuasi isi lambung
3.    Menghilangkan mual
b.    Peralatan
1.    Selang nasogatrik (ukuran 14-18)
2.    Pelumas/jelly
3.    Spuit berujung kateter 60 ml
4.    Stetoskop
5.    Lampu senter/pen light
6.    Handuk kecil
7.    Tissue
8.    Spatel lidah
9.    Sarung tangan dispossible
10.    Plester
11.    Corong
12.    Obat-obatan/makanan yang akan dimasukkan
13.    Bak instrumen
c.    Prosedur tindakan
1.    Cuci tangan dan atur peralatan
2.    Jelaskan prosedur pada pasien
3.    Bantu pasien untuk posisi semifowler
4.    Berdirilah di sisi kanan tempat tidur pasien bila anda bertangan dominan kanan atau sisi kiri bila anda bertangan dominan kiri)
5.    Periksa dan perbaiki kepatenan nasal: minta pasien untuk bernafas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat, ulangi pada hidung yang lain. Bersihkan mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas
6.    Tempatkan handuk mandi di atas dada pasien. Letakkan tissue wajah dalam jangkauan pasien
7.    Gunakan sarung tangan
8.    Tentukan panjang selang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester. Ukur jarak dari lubang ke hidung ke daun telinga dengan menempatkan ujung melingkar selang pada daun telinga, lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke proxesus xypoideus, tanda dengan plester kecil
9.    Gulung selang di tangan kiri kemudian lepaskan. Ini bertujuan agar selang lebih mudah masuk. Kemudian olesi NGT dengan jelly sepanjang 15 cm dari ujung NGT
10.    Minta pasien menengadahkan kepala, masukkan ke dalam lubang hidung yang paling bersih
11.    Pada saat memasukkan selang lebih dalam ke hidung, minta pasien menahan kepala dan leher lurus dan membuka mulut
12.    Ketika selang terlihat dan pasien bisa merasakan selang ke dalam faring, instruksikan pasien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan (berikan segelas air dengan pipet)
13.    Masukkan selang lebih dalam ke esofagus dengan memberikan tekanan lembut tanpa memaksa saat pasien menelan (jika pasien batu atau selang menggulung di tenggorokan, tarik selang ke faring dan ulangi langkah-langkahnya) diantara upaya tersebut dorong pasien untuk bernafas dalam
14.    Ketika tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung, hentikan insersi selang dan periksa penempatannya, minta paien membuka mulut untuk melihat selang
15.    Cek posisi NGT (apakah masuk di lubang lain atau di paru-paru dengan 3 cara :
a.    Aspirasi cairan lambung dengan spuit 10 cc (10-20 ml) jika caira bercampur isi lambung berarti sudah masuk ke lambung
b.    Memasukkan ujung NGT (yang di hidung) ke dalam air dalam kom bila ada gelembung berarti NGT dalam paru-paru
c.    Petugas memasukkan gelembung udara melalui spuit bersamaan dilakukan pengecekan perut dengan stetoskop untuk mendengarkan gelembung udara di lambung
16.    Untuk mengamankan selang, gunting bagian tengah sepanjang 2 inci, sisakan 1 inci tetap utuh, tempelkan 1 inci plester pada lubang hidung, lilitkan salah satu ujung kemudian yang lain, satu sisi plester lilitan mengitari selang
17.    Plesterkan selang secara melengkung ke satu sisi wajah pasien
18.    Memasang corong (yang sudah dibilas dengan air hangat) kemudian memasukkan obat-obatan/makanan
19.    Melepaskan corong,menutup NGT dengan spuit 10 cc
20.    Merapikan alat-alat fan pasien kemudian sarung tangan dilepas

3.    Kriteria Penilaian
a.    Kemampuan kognitif, kemampuan berkomunikasi terapeutik dan ketepatan prosedur
b.    Penskoran
-      Kemampuan menjelaskan tujuan tindakan              25%
-      Komunikasi terapeutik                                             20%
-      Kelengkapan peralatan                                            25%
-      Ketepatan prosedur/tindakan                                              30%



KISI-KISI TES DAN NON TES

Fakultas                                  : Kedokteran UNHAS
Program Studi                      : Ilmu Keperawatan
Nama Mata Kuliah                : Keperawatan Medikal Bedah
Kode Mata Kuliah / SKS     : 248C124 / 4

No
Sasaran Pembelajaran
Jenjang Kemampuan Yang Dinilai
Kognitif
Afektif
Psikomotor
C1
C2
C3
C4
C5
C6
A1
A2
A3
A4
A5
P1
P2
P3
P4
P5
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
1.
Menjelaskan asuhan keperawatan pada sistem urologi

√
√














2.
Mengembangkan materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem urologi

√
√
√



√









3.
Menjelaskan mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal

√
√














4.
Mengembangkan materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem gastrointestinal

√
√
√



√









5.
Menjelaskan asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler
√
√
√



√










1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
6.
Mengembangkan materi mengenai asuhan keperawatan pada sistem kardiovaskuler

√
√
√



√
√








7.
Mendemonstrasikan tindakan keperawatan pada klien dengan sistem urologi, gastrointestinal dan kardiovaskuler

√
√
√
√


√
√



√
√
√



Bobot Persentase Penilaian
40
15
45

Keterangan :
C1=Ingatan; C2=Pemahaman; C3=Penerepan; C4=Analisis; C5=Evaluasi; C6=Berkerasi
A1=Pengenakan; A2=Pemberian Respons; A3=Penghargaan Nilai; A4=Pengorganisasian;A5=Pengamalan
P1=Meniru; P2=Manipulasi; P3=Ketepatan Gerakan; P4=Artikulasi; P5=Naturalisasi

PEDOMAN PENSKORAN (Marking Scheme)

No
Aspek/Konsep Yang Dinilai
Bobot
Nilai




Soal Uraian :
Tuan A umur 37 tahun dirawat di ruang bedah digestif dengan keluhan nyeri epegastrium//region umbilikalis biasanya disertai dengan demam derajat rendah, mual dan sering kali muntah. Kadang dirasakan nyeri berpindah dan menetap pada perut kanan bawah pada titik McBurney terdapat nyeri dari bagian bawah otot rektus kanan
a.      Tentukan diagnosa penyakit pada Tn.A beserta etiologinya!
b.      Jelaskan pemeriksaan penunjang pada penyakit yang diderita Tn.A!
c.      Jelaskan diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada Tn.A serta intervensinya!



Jawaban :
a.      Diagnosa penyakit pada Tn.A adalah apendisititis
Etiologi dari apendisitis dapat berupa :
1.    Obstruksi yang disebabkan oleh hyperplasia kelenjar limfoid, fekolit, benda asing, cacing askaris atau tumor
2.    Dapat pula disebabkan oleh infeksi bakteri seperti E. coli, E. histolytica dan streptococcus
b.      Pemeriksaan penunjang pada apendisitis
1.   Abdominal X-Ray
2.   Abdominal ultra sound
3.   Pelvic examination
4.   Intra venus pyelogram

10

5

5


5
5
5
5



No
Aspek/Konsep Yang Dinilai
Bobot
Nilai

Jawaban :
c.    Diagnosa keperawatan pada apendisitis :
1.  Nyeri berhubungan dengan distensi jaringan usus oleh inflamasi atau akibatadanya insisi bedah
Intervensi :
-        Kaji nyeri, catat lokasi, karakteristik, karakteristik, beratnya (skala 1-10) selidiki dan laporkan perubahan nyeri dengan tepat
-     Pertahankan istirahat dengan posisi semi-fowler
-        Dorong ambulasi dini
-        Ajarkan teknik relaksasi
-        Kolaborasi pemberian analgetik
2.  Resiko kehilangan volume cairan berhubungan dengan muntah dan demam
Intervensi :
-        Pantau balance cairan
-        Perhatikan tanda-tanda dehidrasi
-        Berikan cairan melalui IV
-        Dukung dengan pemberian cairan
-        Kolaborasi pemberian antiemetic
3.  Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan muntah
Intervensi :
-        Awasi haluaran selang NGT, catat adanya muntah/ diare
-        Berikan makan sering walaupun sedikit
-        Auskultasi bising usus, catat bunyi tak ada/hiperaktif
-        Timbang berat badan dengan teratur
-        Kaji abdomen dengan untuk kembali ke bunyi yang lembut, penampilan bising usus normal


5


3


3
3
3
3
5


3
3
3
3
3
5


3

3
3
3
3


Jumlah (Skor)
100


Contoh Instrumen Asesmen Tes dan Non Tes


A.  Soal Uraian :
1.    Uraian terbuka
Jelaskan cara mengkaji klien dengan gangguan pada sistem pencernaan (gastrointestinal)!
2.    Uraian tertutup
Apakah dengan pemeriksaan CT scan dapat mendiagnosis seseorang menderita stroke?

B.  Soal Objektif :
1.    Pilihan Ganda Biasa :
Pilihlah jawaban yang benar dari pernyataan berikut ini
Bagian dari sistem perkemihan yang berfungsi sebagai penampung urine sementara adalah ……………
A.  Vesikaurinaria
B.  Ureter
C.  Uretra
D.  Nefron
E.   Glomerulus
2.    Pilihan Ganda Kompleks :
Pilihlah :
A.      Jika 1, 2, dan 3 benar
B.       Jika 1 dan 3 benar
C.       Jika 2 dan 4 benar
D.      Jika 4 saja benar
E.       Jika semua betul
Yang merupakan penyebab terjadinya meningitis adalah ……………
1.        Neisseria meningitidis
2.        Streptococcus pneumoniae
3.        Haemophilus influenzae
4.        Stroptococcus aureus
3.    Hubungan Antar Hal
Petunjuk : Pilihlah jawaban yang paling tepat jika :
A.      Jika pernyataan betul, alasan betul dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
B.       Jika pernyataan betul dan alasan betul tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
C.       Jika pernyataan betul dan alasan salah
D.      Jika pernyataan salah dan alasan betul
E.       Jika pernyataan dan alasan keduanya salah
Alzheimer merupakan penyakit dengan gangguan degeneratif yang mengenai sel-sel otak dan menyebabkan gangguan fungsi intelektual
                                                        SEBAB
Alzheimer ditemukan oleh Alouis Alzheimer
4.    Menjodohkan
Petunjuk : Carilah pasangan jawaban kolom I dan II
Kolom I
Kolom II
1.    Gangguan peredaran darah cerebral yang disebabkan oleh berbagai faktor dan berakibat adanya gangguan neurologis
2.    Merupakan gejala kompleks dari banyak gangguan fungsi otak yang dikarakteristikkan oleh kejang berulang
3.    Glasgow Coma Scale (GCS) ≤ 8
A.   CKR (Cedera Kepala Ringan)
B.   Stroke
C.   CKB (Cedera Kepala Berat)
D.   Epilepsi

5.    Benar – Salah
Petunjuk : Pilihlah B bila jawaban benar dan S bila jawaban salah
B – S          Vesikolitiasis adalah batu yang terbentuk dari defosit mineral umumnya kalsium oksalat dan kalsium phosfat serta asam urat yang ditemukan dalam ureter
C.  Cheklist (Observasi)
Mahasiswa diminta untuk melakukan tindakan keperawatan pada gangguan sistem urologi, yaitu pemasangan kateter
No.
Kegiatan
Dilakukan
Ya
Tidak
A.
Persiapan alat dan bahan



1.      Bak instrumen berisi :
a.    Poly kateter sesuai ukuran 1 buah
b.    Urine bag steril 1 buah
c.      Pinset anatomi 2 buah
d.   Duk steril
e.    Kassa steril yang diberi jelly 



2.      Sarung tangan steril



3.      Kapas sublimat dalam kom tertutup



4.      Perlak dan pengalasnya 1 buah



5.      Sampiran



6.      Cairan aquades atau NaCl



7.      Plester



8.      Gunting verband



9.      Bengkok 1 buah



10.        Korentang pada tempatnya


B.
Prosedur tindakan



1.      Mengucapkan salam



2.      Menjelaskan tujuan tindakan kemudian dekatkan alat ke samping pasien



3.      Cuci tangan secara medical



4.      Persiapkan pasien (minta klien untuk membuka celana) pertahankan privasi



5.      Posisi klien terlentang. Kaki sedikit dibuka. Bengkok diletakkan di dekat bokong klien



6.      Buka bak instrumen, pakai sarung tangan steril, pasang duk, bersihkan alat genitalia dengan kapas sublimat menggunakan pingset



7.      Bersihkan genitalia dengan cara: penis dipegang dengan tangan non dominan, penis dibersihkan dengan menggunakan kapas sublimat oleh tangan dominan dengan gerakan memutar dari meatus keluar. Tindakan bisa dilakukan beberapa kali hingga bersih. Letakkan pinset dalam bengkok



No.
Kegiatan
Dilakukan
Ya
Tidak

8.    Ambil kateter kemudian olesi dengan jelly. Masukkan kateter ke dalam uretra kira-kira 10 cm secara perlahan-lahan dengan menggunakan pingset sampai urine keluar. Masukkan cairan NaCl/aquades 20-30 cc atau sesuai ukuran yang tertulis. Tarik sedikit kateter. Apabila pada saat ditarik kateter terasa tertahan berarti kateter sudah masuk pada kandung kemih



9.    Lepaskan duk, sambungkan kateter dengan urine bag lalu ikat di sisi tempat tidur



10.     Fiksasi kateter



11.     Lepaskan sarung tangan



12.     Klien dirapikan kembali



13.     Alat dirapikan kembali



14.     Mencuci tangan



15.     Melaksanakan dokumentasi :



a.    Catat tindakan yang dilakukan dan hasil serta respon klien pada lembar catatan klien



b.   Catat tanggal dan jam melakukan tindakan dan nama perawat yang melakukan dan tanda tangan/paraf pada lembar catatan klien



Komentar

Postingan Populer