CARA MELAKSANAKAN LATIHAN ROM Range Of Motion
LATIHAN R O M
Tujuan :
- Mempertahankan / memelihara kekuatan otot
- Memelihara mobilitas persendian
- Menstimulasi sirkulasi
Petunjuk :
- Ada dua jenis latihan Range of Motion
-
Latihan pasif
-
Latihan aktif
- Latihan pasif biasanya dilakukan pada :
-
Pasien semikoma dan tidak sadar
-
Pasien lansia dengan mobilitas
terbatas
-
Pasien bedrest
-
Pasien dengan paralysis
ekstremitas tepat
- Latihan Aktif biasanya dilakukan pada :
-
Klien dengan paralysis
ekstremitas sebagian
-
Klien
bedrest / tirah baring (tanpa kontraindikasi)
- Definisi istilah – istilah Range of Motion
-
Fleksi : menekuk persendian
-
Ekstensi : meluruskan
persendian
-
Abduksi : gerakan suatu anggota
tubuh ke arah aksis tubuh
-
Adduksi
: gerakan suatu anggota tubuh menjauhi aksis tubuh
-
Rotasi : memutar atau
menggerakkan suatu bagian melingkar
-
Pronasi : memutar ke bawah
-
Supinasi : memutar ke atas
-
Infersi : menggerakkan ke dalam
-
Efersi : menggerakkan ke luar
- Range of motion harus dilakukan sekitar 7-10 kali dan dikerjakan sekurang-kurangnya dua kali sehari. Lakukan pelan-pelan dan hati-hati dan tidak melelahkan klien.
- Dalam merencanakan suatu program latihan, perhatikan umur klien, diagnosa, tanda-tanda vital dan lama bedrest (tirah baring).
- Latihan seringkali diprogramkan dokter dan dikerjakan oleh para terapis fisik.
- Bagian tubuh yang akan dilakukan latihan range of motion adalah: leher, jari, lengan, siku, bahu, tumit, kaki, pergelangan kaki.
- Latihan terapeutik dilakukan, dapat dikerjakan pada semua persendian tubuh atau hanya pada bagian-bagian yang dicurigai mengalami proses penyakit.
- Waktu melakukan latihan yang tepat misalnya setelah memandikan atau perawatan.
Pelaksanaan
- Kaji klien dan rencanakan program latihan yang sesuai untuk klien
- Memberitahu klien tentang tindakan yang akan dilakukan, area yang akan digerakkan dan peran klien dalam latihan
- Jaga privacy klien
- Jaga/atur pakaian yang menyebabkan hambatan pergerakan
- Angkat selimut sebagaimana diperlukan
- Anjurkan klien berbaring dalam posisi yang nyaman
- Lakukan latihan sebagaimana dengan cara berikut
- Kaji pengaruh/efek latihan pada klien
- Atur klien pada posisi yang nyaman
- Benahi selimut dan linen
Fleksi dan ekstensi
pergelangan tangan
- Atur posisi lengan klien menjauhi sisi tubuh dengan siku menekuk dengan lengan
- Pegang tangan klien dengan satu tangan dan tangan lainnya memegang pergelangan tangan klien
- Tekuk tangan klien ke depan sejauh mungkin
LATIHAN R O M PASIF
Latihan pasif
seringkali dilakukan oleh perawat epada klien yang menderita paralysis atau
lemah otot pada salah satu bagian tubuh. Pemilihan latihan yang spesifik
tergantung batas kemampuan klien.
Petunjuk dalam
melakukan latihan pasif terdiri dari :
-
Pastikan bahwa klien mengerti
alasan dilakukannya latihan ROM
-
Gunakan body mekanik yang baik
sewaktu melakukan ROM, untuk mencegah keseleo atau injury pada perawat atau
klien
-
Gerakkan
hanya bagian yang akan dilatih untuk menghindari klien merasa malu
-
Tahan
persendian untuk menghindari injury dengan menggunakan telapak tangan
-
Gerakkan
bagian otot tersebut dengan lembut, perlahan dan teratur
-
Hindari
melakukan gerakan yang pasien tersebut tidak mampu karena injury bisa saja
terjadi.
Leher – gerakan
berputar
Flexi : Gerakkan kepala dari posisi tegak lurus ke arah depan sehingga
dagu menempel pada dada. Jarak normal yaitu 45o dari garis tengah
tubuh. Otot utama adalah sternocleidomastoideus.
Extensi : Gerakkan kepala dari posisi ditekuk ke posisi tegak lurus. Jarak
normal yaitu 45 o dari garis
tengah tubuh. Otot utama adalah trapezius.
Hiperextensi : Gerakkan kepala dari posisi tedak lurus ke belakang sejauh mungkin.
Jarak normal yaitu 10o. Otot utama adalah trapezius.
Flexi lateral : Gerakkan kepala secara lateral ke kanan dan ke kiri bahu,
sedangkan wajah tetap menghadap ke depan. Jarak normalnya yaitu 40o
dari garis tengah tubuh. Otot utama adalah sternocleidomastoideus.
Rotasi : Putar kepala
sejauh mungkin ke kiri dan ke kanan. Jarak normal yaitu 80o dari garis
tengah tubuh. Otot utama adalah sternocleidomastoideus dan trapezius.
Bahu – sendi peluru
Flexi : Angkat tangan dari arah depan dan atas ke posisi
samping kepala. Jarak normal yaitu 180o dari sisi tubuh. Otot utama
adalah pectoralis major,
coracobrachialis, dan deltoideus.
Extensi : Gerakkan
tangan dari posisi vertical di samping kepala ke atas dan ke bawah pada posisi
istirahat di samping tubuh. Jarak normal yaitu 180o dari posisi vertical di samping
kepala. Otot utama adalah latissimus
dorsal, deltoideus, dan teres major.
Hiperextensi : Gerakkan masing-masing tangan ke belakang tubuh. Jarak normal yaitu
50o dari sisi. Otot utama adalah latissimus
dorsi, deltoideus, dan teres
major.
Abduksi :
Gerakkan tiap lengan dari posisi istirahat ke atas, di samping kepala, telapak
tangan menghadap keluar. Jarak normal yaitu 180o. Otot utama adalah deltoideus dan supraspinatus.
Anterior addukasi : Gerakkan tiap lengan dari samping kepala ke bawah secara lateral dan
ke arah depan tubuh sejauh mungkin. Jarak normal yaitu 230o. Otot
utama adalah pectoralis major, dan teres
major.
Abduksi posterior : Gerakkan tiap lengan dari posisi di samping kepala ke bawah samping
dan ke arah samping sejauh mungkin. Jarak normal yaitu 230o. Otot
utama adalah latissimus dorsi dan teres major.
Fleksi horizontal (adduksi – horizontal) : Lebarkan tiap lengan ke arah lateral dengan
berat badan pada bahu dan pindahkan melalui garis horizontal menyilang depan
tubuh sejauh mungkin. Jarak normal : 130o – 135o. Otot
utama : pectoralis major dan coracobrachialis.
Ekstensi horizontal (abduksi horizontal) : Lebarkan tiap lengan secara lateral dengan
berat badan pada bahu dan pindahkan melalui garis horizontal ke sebelah tubuh
sejauh mungkin. Jarak normal : 360o. Otot utama : latissimus dorsi, teres major dan deltoideus.
Cirkumduksi : Pindahkan tiap lengan ke depan atas, belakang dan atas secara
berputar. Jarak normal : 360o. Otot utama : deltoideus, coracobrachialis, latissimus dorsi dan teres major.
Rotasi eksternal : Tiap lengan ditahan sehingga bahu dan siku dapat ditekuk pada sendi
yang tepat, jari mengarah ke bawah, pindahkan lengan ke atas sehingga jari
mengarah ke atas. Jarak normal : 90o. Otot utama : infranfinatus dan teres minor.
Rotasi internal : Tiap lengan ditahan sehingga bahu dan siku dapat ditekuk pada sendi
yang tepat, jari mengarah ke atas, angkat lengan ke atas dan ke bawah. Jarak normal : 90o. Otot utama : subscapularis, pectoralis major, latissimus dorsi dan teres major.
Sendi engsel
Fleksi : Angkat
tangan mendekati bahu. Jarak
normal : 150o. Otot utama : biceps
brachii, brachialis dan
brachioradialis.
Ekstensi :
Gerakkan lengan bawah ke depan dan menurun kemudian lurus. Jarak normal: 150o.
Otot utama : triceps brachii.
Hiperekstensi : Gerakkan lengan bawah dipindah ke belakang dari posisi lurus. Jarak
normal : 0 – 15o. Otot utama : triceps
brachii.
Rotasi untuk supinasi : Putar tangan dan lengan bawah sehingga telapak tangan menghadap ke
atas. Jarak normal : 70 – 90o. Otot utama : biceps brachii dan supinator.
Rotasi untuk pronasi : putar tangan dan lengan bawah sehingga telapak tangan menghadap ke
bawah. Jarak normal : 70 -90o. Otot utama : promator teres dan pronator
quadratus.
Sendi Condyloid pada pergelangan tangan
Fleksi : Gerakkan
jari tangan menghadap ke dalam pada lengan bawah. Jarak normal: 80 – 90o.
Otot utama : flexor carpi radialis dan
flexor carpi ulnaris.
Ekstensi : Luruskan
tangan sejajar. Jarak
normal : 80 – 90o. Otot utama : extensor
carpi radialis longus, extensor carpi radialis brevis dan extensor carpi ulnaris.
Hiperekstensi : Tekuk jari-jari tangan ke belakang sejauh mungkin. Jarak normal : 70
– 90o. Otot utama : extensor
carpi radialis longus, extensor carpi radialis brevis, dan extensor carpi ulnaris.
Abduksi (Fleksi
radialis) : Tekuk pergelangan tangan secara menyamping ke dalam ibu jari di
samping dengan tangan supinasi. Jarak normal : 0 – 20o. Otot utama :
extensor carpi radialis.
Abduksi (Fleksi
ulnaris) : Tekuk pergelangan tangan menyamping ke dalam kelima jari dengan
tangan supinasi. Jarak normal : 30 – 50o.
Otot utama : extensor carpi ulnaris.
Tangan dan jari – jari
Fleksi : Buat kepalan
tangan. Jarak normal : 90o. Otot utama : interossei dorsalis manus dan flexor digitarum superfisialis.
Ekstensi : Luruskan
jari-jari tangan. Jarak
normal : 90o. Otot utama : extensor
indicis dan extensor digitiminmi.
Hiperekstensi : Tekuk jari-jari tangan ke belakang sejauh mungkin. Jarak normal : 30o.
Otot utama : extensi radialis dan extensor digitiminimi.
Abduksi : Regangkan
jari-jari tangan. Jarak
normal : 20o. Otot utama : interossei
dorsalis manus, abduabduktor digiti minimi manus dan oppones digiti manus.
Adduksi : Rapatkan
jari-jari tangan. Jarak normal : 20o. Otot
utama : interossei palmares.
Sendi Ibu jari
Fleksi : Gerakkan ibu jari menyilang permukaan palmar di atas kelima jari.
Jarak normal : 90o. Otot utama : flexi
pollicicis brevis dan opponens
pollicis.
Ekstensi : Gerakkan tiap ibu jari menjauhi tangan. Jarak normal : 90o.
Otot utama : extensor pollicis brevis dan
extensor pollicis longus.
Abduksi : Gerakkan
ibu jari ke arah lateral. Jarak normal : 30o. Otot utama : abductor pollicis brevis dan abductor pollicis longus.
Adduksi : Gerakkan
ibu jari ke belakang. Jarak normal : 30o. Otot utama : adductor pollicis.
Oposisi : Gerakkan
ibu jari dan sentuhkan ke tiap jari pada tangan yang sama. Gerakan ibu jari
meliputi adduksi, rotasi dan fleksi. Otot utama : opponens pollicis dan flexor
opponens brevis.
Sendi Peluru (Ball
& Socket)
Fleksi : Gerakkan
kaki ke depan dan ke atas, lutut mengulur atau melentur. Lutut menekuk dengan
sudut 90o dan melentur dengan sudut 120o. Otot utamanya
adalah psoas major dan iliacus.
Extensi : Gerakkan
kaki ke sebelah kaki lainnya. Jarak normal : 90 – 120o. Otot utama : gluteus maximus, adductor magnus, semitendinosus, dan semimembranosus.
Hiperextensi : Gerakkan setiap kaki ke belakang tubuh. Jarak normal : 30 – 50o.
Otot utama : gluteus maximus semitendinosus, semimembranosus.
Abduksi : Gerakkan
masing-masing kaki ke samping luar. Jarak normal : 45 – 50o. Otot
utama : gluteus medius, gluteus minimus.
Adduksi : Gerakkan
masing-masing kaki ke belakang dan ke depan melebihi kaki yang lain. Jarak normal : 20 – 30o.
Otot utama : adductor magnus, adductor
brevis, adductor longus.
Sirkumduksi : Gerakkan masing-masing kaki memutar ke belakang atas, samping, dan
ke bawah secara melingkar. Jarak normal : 360o. Otot utama : psoas major, gluteus maximus, gluteus
medius, adductor magnus.
Rotasi dalam : Angkat telapak kaki dan putar ke arah dalam dan ibu jari sebagai
tumpuan. Jarak normal : 90o. Otot utama : gluteus minimus, tensor fascialatae.
Rotasi luar : Angkat telapak kaki dan putar ke luar dan ibu jari sebagai tumpuan. Jarak normal : 90o. Otot utama : obturator externus, obturator internus, quadratus femoris.
Sendi Lutut
Fleksi : Bengkokkan
kaki ke belakang, dekatkan ke paha. Jarak normal : 120 – 130o. Otot
utama : rectus femoris, vastus lateralis,
vastus mdialis, vastus intermedius.
Extensi : Lururskan
masing-masing kaki kembali ke posisi semula di samping kaki yang lain. Jarak
normal : 120 -130o. Otot utama : biceps
femoris, semitendinosus, semimembranosus.
Hiperekstensi :
Beberapa orang dapat hiperekstensi lutut 10o. Otot utama : rectus femoris, vastus lateralis, vastus
medialis, vastus intermedius.
Sendi Mata Kaki
Extensi : Tekuk
telapak kaki ke bawah. Jarak normal : 45 – 50o. Otot utama : gastronemius,soleus.
Fleksi : Tekuk
telapak kaki ke atas. Jarak
normal : 20o. Otot utama : peroneus
tertius, tibialis anterior.
Sendi Jari Kaki
Eversi : Putar
masing-masing telapak kaki ke samping. Jarak normal : 30o. Otot
utama : peroneus longus, peroneus brevis.
Inversi : Putar
masing-masing telapak kaki ke tengah. Jarak normal : 5o. Otot utama
: tibialis posterior, tibialis anterior.
Fleksi : Gerakkan
masing-masing ibu jari ke bawah. Jarak normal : 35 -60o. Otot utama
: flexor hallucis brevis, lumbricales
pedis, flexor digitorum brevis.
Ekstensi : Luruskan
ibu jari kaki. Jarak normal : 35 – 60o. Otot utama : extensor digitorum longus, extensor
digitorum brevis, extensor hallucis longus.
Abduksi : Regangkan
masing-masing jari kaki. Jarak normal : 0 -15o. Otot utama : interossei dorsalis pedis, abductor
hallucis.
Adduksi : Rapatkan
masing-masing jari kaki bersamaan. Jarak normal : 0 –
15o. Otot utama : adductor
hallucis, interossei plantares.
Sendi – sendi tubuh
Fleksi : Bungkukkan
tubuh ke arah jari kaki. Jarak
normal : 70 – 90o. Otot utama : rectus
abdominis, psoas major, psoas minor.
Extensi : Luruskan
tubuh dari posisi fleksi. Jarak normal : 70 – 90o. Otot utama : longissimus thoracis, iliocostalis thoracis,
iliocostalis lumborum, erector spinae, longissimus cervicis.
Hiperekstensi :
Bungkukkan tubuh ke arah belakang. Jarak normal : 20 – 30o. Otot
utama : longissimus thoracis,
iliocostalis thoracis, iliocostalis lumborum, erector spinae, longissimus
cervicis.
Fleksi lateral :
Lekukkan tubuh ke kanan dan ke kiri. Jarak normal : 30o dari
samping. Otot utama : Quadratus lumborum.
Rotasi : Lekukkan tubuh
dari bagian atas, dari samping ke samping. Jarak normal : 30 – 45o dari
samping. Otot utama : erector spinae.
Gambar-gambar
latihan ROM dapat dilihat pada lampiran.







Komentar
Posting Komentar